Rabu, 02 Januari 2013

TERJEMAHAN QASHIDAH BURDAH



TERJEMAHAN QASHIDAH BURDAH

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Apakah karena teringat tetangga di kampung Dzi Salam, engkau menangis, meneteskan air mata darah dari pelupuk matamu?
Atau karena angin yang berembus dari Kazhimah, ataukah karena kilat yang menyambar dalam kegelapan dari Lembah Idham?
Mengapa kedua matamu tetap mengalirkan air mata bila engkau katakan “Berhentilah!”? Dan mengapa hatimu tetap gundah bila engkau katakan “Tenanglah!”?

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Apakah orang yang kasmaran menduga bahwa cinta dapat disembunyikan dalam deraian air mata dan kegundahan jiwa?
Kalaulah bukan karena cinta, tidaklah mungkin engkau teteskan air mata di atas pepuingan dan tak pula terjaga sepanjang malam karena mengingat pepohonan Bani dan Pegunungan ‘Alam.
Bagaimana engkau pungkiri rasa cinta setelah deraian air mata dan derita sakit menjadi saksi terhadapnya….
Dan kerinduan telah menorehkan dua garis air mata dan derita, seperti mawar kuning dan mawar merah pada kedua pipimu.
Memang benar, bayangan orang yang kucinta dating dan membuatku tak dapat lelap dan cinta itu menghalangi berbagai kesenangan dengan derita.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Wahai yang mencelaku karena cinta Bani ‘Udzri[1], maafku untukmu. Bila engkau menyadari, tentu engkau tidak mencelaku.
Keadaanku telah jelas bagimu, rahasiaku pun tak tersembunyi dari si tukang dusta, dan sakitku tak jua terobati.
Engkau nasihati aku dengan tulus, namun aku tak menghiraukannya. Sungguh pecinta itu tuli dari orang yang mencemooh.
Sungguh aku menuduh nasihat sang uban mencemoohku, padahal uban itu dalam nasihatnya amatlah jauh dari tipu daya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Nafsu amarahku tak dapat menerima nasihat karena kebodohannya terhadap nasihat uban dan ketuaan.
Dan tak bersiap untuk berbuat baik dalam menjamu tamu yang datang berkunjung di kepalaku, dengan tanpa merasa malu.
Andaikan ‘ku tahu bahwa sungguh ‘ku tak memuliakannya, tentu kusembunyikan rapat-rapat rahasiaku darinya.
Siapa gerangan yang membantuku mengendalikan nafsu dari kesalahan, sebagaimana liarnya kuda dapat terkendali dengan tali kekang.
Maka janganlah berharap terkekangnya nafsu dengan maksiat, sungguh makanan itu menguatkan nafsu orang yang rakus.
Nafsu itu ibarat seorang bayi. Jika engkau biarkan, tumbuhlah besar, ia terus menyusu. Dan bila engkau sapih, ia pun berhenti.
Maka hindarkanlah keinginannya dan waspadalah dari mempertuannya. Sungguh nafsu itu, bila engkau pertuankan, hina dan menghinakan.
Peliharalah ia, karena nafsu itu dalam tingkah lakunya seperti hewan ternak. Bila berada di padang gembala, janganlah engkau biarkan.
Berapa banyak kenikmatan membinasakan orang, karena tidak mengetahui bahwa dalam makanan yang lezat terdapat racun.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Takutlah terhadap tipu daya lapar dan kenyang, karena adakalanya lapar itu lebih buruk daripada kenyang.
Dan curahkanlah air mata dari mata yang telah terpenuhi olehnya karena kedurhakaan, dan peganglah teguh benteng penyesalan.
Lawanlah hawa nafsu dan setan serta durhakailah keduanya.  Meskipun keduanya menasihatimu, haruslah kau curigai.
Jangan patuhi keduanya, baik sebagai musuh maupun wasit, karena engkau paham tipu daya sang musuh dan wasit.
Aku mohon ampun kepada Allah dari berkata tanpa berbuat. Sungguh telah kunisbahkan perkataan ini sebagai umpama keturunan bagi yang mandul.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Aku menyuruhmu berbuat kebaikan tapi aku tak melaksanakannya dan tak pula istiqamah di atasnya, maka apalah artinya perkataanku kepadamu “Berlaku luruslah!”
Tidaklah aku mempersiapkan bekal ibadah sunnah sebelum kematian, dan tidak pula aku shalat selain yang fardhu dan tidak pula berpuasa selainnya.
Aku telah menzhalimi sunnah seorang yang telah menghidupkan malam gulita hingga kedua telapak kakinya mengeluhkan derita karena bengkak yang dideritanya.
Dan mengikat perutnya karena lapar serta melipat pinggangnya, nan mulia kulitnya, di bawah batu.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Padahal gunung emas yang tinggi menawarkan diri untuknya, namun ia menunjukkan diri terhadapnya dengan penuh kesombangan dan keengganan.
Keprihatinannya yang sangat memperkuat kezuhudannya terhadap dunia, sungguh keprihatinan itu tak mempengaruhi kema‘shumannya.
Bagaimana mungkin mengajak kepada dunia, keprihatinan seorang yang bila bukan karena dirinya tidaklah dunia diciptakan dari ketiadaan.
Muhammad pemimpin dunia dan akhirat, jin dan manusia, serta pemimpin dua bangsa: Arab dan Ajam[2].
Nabi kita penyeru kebaikan dan pencegah kemunkaran, maka tidak ada seorang pun yang lebih bisa dipercaya darinya dalam berkata “tidak” ataupun “ya”.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Dialah sang kekasih yang diharapkan syafa’atnya, dari setiap huru-hara yang menimpa.
Ia menyeru kepada Allah, maka orang-orang yang berpegang teguh dengannya, mereka berpegang teguh dengan tali yang tak ‘kan terputus.
Ia mengungguli seluruh nabi dalam rupa dan pekerti, dan tidak pula mereka menandinginya dalam ilmu dan kemuliaan.
Mereka semua mengambil dari Rasulullah SAW, baik seciduk dari lautan atau seteguk dari air hujan.
Mereka berdiri di hadapannya menurut kapasitas mereka, dari setitik ilmu atau segores hikmah.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Dialah yang sempurna makna dan rupanya, lalu dipilih sebagai kekasih oleh Tuhan, Pencipta manusia.
Ia disucikan dalam kebaikannya dari yang menyamai, maka hakikat kebaikan pada dirinya tidak terbagi.
Tinggalkan dakwakan orang-orang Nasrani terhadap nabi mereka, dan berilah pujian sesukamu kepadanya dan berbuatlah sepatutnya.
Nisbahkanlah kepada sosoknya segala kemuliaan yang engkau kehendaki, dan nisbahkanlah pada derajatnya segala kebesaran yang engkau inginkan.
Sesungguhnya keutamaan Rasulullah SAW tidaklah berbatas hingga tak dapat diungkapkan oleh seseorang pun dengan kata-kata.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Andaikan mukjizat-mukjizatnya terlihat dama dengan keagungan derajatnya, niscaya namanya menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur tatkala disebut.
Ia tidak menguji kita dengan hal-hal yang tak bisa terjangkau oleh akal, karena sangat mengharap hidayah kita, sehingga kita tidak ragu dan tidak pula bingung.
Semua orang tak mampu memahami hakikat Nabi SAW. Maka bagi orang yang dekat ataupun jauh, tak terlihat darinya selain keagungan.
Ibarat matahari yang tampak kecil dari kejauhan bagi kedua mata dan menumpulkan pandangan bila berada di hadapan.
Bagaimanakah di dunia bisa diketahui hakikat Nabi SAW, oleh orang-orang yang tidur nan merasa puas mengenal Nabi hanya dalam mimpi.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Karena setinggi-tinggi pengetahuan tentang Nabi SAW, hanyalah mengetahui bahwa ia adalah manusia. Dan bahwa ia adalah sebaik-baik makhluk Allah seluruhnya.
Semua mukjizat yang dibawa para rasul yang mulia, hanyalah pancaran cahayanya terhadap mereka.
Sungguh ia adalah matahari keutamaan dan mereka adalah bintang-bintangnya, yang memancarkan cahaya bagi manusia di kegelapan.
Alangkah mulia pribadi Nabi SAW, yang dihiasi pekerti dengan keindahan yang memancarkan sinar wajah nan berseri.
Indah laksana bunga, dan mulia laksana purnama. Kedermawanannya seluas samudera, dan cita-citanya sepanjang masa.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Seolah-olah dan memang ia adalah yang tiada duanya dalam kebesarannya di dalam pasukan dan para pelayan, saat engkau menjumpainya.
Seakan mutiara, nan tersimpan dalam kerang, keluar dari dua sumber, ucapan dan senyumnya.
Tiada wewangian yang menyamai tanah yang menyelubungi jasadnya, maka beruntunglah orang yang yang pernah mencium dan mengecupnya.
Hari kelahirannya mengungkapkan kesucian asal keturunannya, duhai seorang yang mulia awal dan akhirnya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Hari ketika bangsa Persi berfirasat bahwa mereka diperingatkan akan datangnya malapetaka dan kehancuran.
Malam itu singgasana Kisra porak-poranda seperti porak-porandanya para sekutu Kisra terpecah belah.
Api sesembahan padam karena berduka atas apa yang terjadi, dan sungai[3] pun tak mengalir karena kesedihan.
Warga kota Sawah pun merana karena danaunya telah mengering, dan orang yang datang di saat dahaga pun kembali dengan kemarahan.
Karena sedih, api seakan-akan air nan basah, dan air pun seakan-akan api nan membara.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Jin-jin berbisik, cahaya terpancar, dan kebenaran pun tampak dari makna dan perkataan.
Orang-orang kafir itu buta dan tuli sehingga khabar gembira itu tiada didengar dan kilat peringatan itu tiada dipikirkan.
Setelah dukun mereka mengkhabarkan bahwa agama mereka yang bengkok tidak akan berdiri tegak.
Dan setelah mereka melihat dengan nyata batu-batu api nan berguguran di cakrawala sebagaimana tumbangnya berhala-berhala di muka bumi.
Sampai-sampai setan-setan berlarian menjauhi jalan wahyu, mengikuti jejak kawannya yang tungganglanggang karena ketakutan.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Seakan-akan mereka adalah pasukan Abrahah yang tunggang-langgang atau pasukan yang dilempari dengan batu dari kedua telapak tangan Nabi SAW.
Lemparan batu yang telah dibacai tasbih pada kedua telapak tangannya, seperti terlemparnya orang yang senantiasa bertasbih[4] dari mulut ikan yang menelannya.
Pepohonan datang dengan bersujud karena panggilannya, berjalan dengan dahan tanpa telapak kaki, kepada Nabi SAW.
Seolah-olah dahan-dahan itu menggoreskan tulisan, yang ditulis oleh rerantingan dengan tulisan nan indah di tengah jalan.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Seperti awan, ke mana pun ia berjalan, melindunginya dari panas matahari di siang hari.
Aku bersumpah demi Tuhan rembulan yang terbelah, karena sungguh padanya terdapat nisbah dari terbelahnya hatinya sebagai nisbah sumpah yang benar.
Dan demi apa yang dihimpun oleh Gua Tsur dari insane terbaik[5] dan insan nan dermawan[6] pada saat setiap mata orang-orang kafir buta darinya.
Padahal insan nan benar dan insan pembenar itu tidak meninggalkan gua, sedang mereka berkata, “Tidak seorang pun dalam gua.”
Mereka beranggapan, merpati dan laba-laba tidak akan menenun sarang dan mengeram, dengan adanya sebaik-baik makhluk.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Perlindungan Allah mencukupi dari baju besi berlapis dan dari benteng-benteng yang tinggi.
Tidaklah masa menzhalimiku pada suatu hari lalu aku memohon perlindungan kepadanya, kecuali aku mendapatkan perlindungan itu darinya nan tak terhinakan.
Dan tidaklah aku memohon kecukupan dunia-akhirat dari tangannya, kecuali aku mendapatkan kemurahan dari sebaik-baik pemberi.
Janganlah engkau ingkari wahyu dari mimpinya, sungguh ia memiliki hati yang tak tidur di saat kedua matanya terpejam.
Demikian itu pada saat sampainya kenabiannya, dan tidaklah diingkari hal itu terjadi dalam keadaan mimpi.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Mahasuci Allah, tidaklah wahyu diperoleh dengan usaha dan tidaklah seorang nabi dinisbahi dengan kedustaan dalam hal keghaiban.
Berapa banyak telapak tangannya menyembuhkan orang yang sakit dengan usapannya dan melepaskan penderita dari cengkeraman kegilaan.
Doanya menghidupkan tahun nan putih[7], sehingga menyerupai putihnya bulu di wajah kuda pada musimmusim nan hitam[8].
Karena awan yang datang membawa hujan, sampai engkau mengira danaunya adalah gelombang ombak atau air bah dari Lembah ‘Arim.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Biarkanlah daku dan untaian syair-syairku tentang mukjizat Rasulullah SAW yang begitu terang seterang api penyambutan tamu di atas gunung yang tinggi.
Karena mutiara itu bertambah indah bila dalam untaian, namun tidaklah berkurang pula kadarnya meski ia tak beruntai.
Maka sepanjang harapan para penyanjung Nabi SAW semata tertuju kepada apa yang ada pada dirinya dari akhlaq dan tabiatnya.
Di antara mukjizatnya adalah ayat-ayat ketetapan[9] dari Tuhan, Yang Maha Pengasih, yang bersifat baru[10]dan qadim[11] sebagai sifat Tuhan, Yang bersifat dengan kiqadiman.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Ia tak terikat dengan zaman dan mengkhabarkan kepada kita hari kebangkitan, ihwal kaum ‘Ad[12] dan juga kaum Iram[13].
Ayat-ayat itu kekal di antara kita, maka mengungguli semua mukjizat para nabi, karena mukjizat mereka datang tapi tidak abadi.
Mengandung hikmah dan ketetapan, tidak meninggalkan kesamaran bagi orang-orang yang menentang kebenaran, dan tidak pula membutuhkan hakim.
Tidaklah ayat-ayat itu diperangi, melainkan musuh yang paling memusuhinya akan kembali kepadanya dengan tunduk, setelah peperangan.
Balaghahnya menangkis dakwaan penantangnya, seperti tangkisan pencemburu menangkis tangan orang yang nakal dari mahramnya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Ia memiliki berbagai makna laksana gelombang samudera dalam geloranya, dan melebihi mutiaranya dalam keindahan dan nilainya.
Tak terbilang dan tiada terhingga keajaibannya, dan tidak pula menimbulkan kebosanan dengan memperbanyak membacanya.
Sejuk karenanya mata orang yang membacanya, maka kukatakan padanya, “Sungguh engkau memperoleh tali Allah, maka berpegang teguhlah.”
Jika engkau membacanya karena takut terhadap panasnya Neraka Lazha, niscaya ayat-ayat itu akan memadamkan panasnya Neraka Lazha dengan sumber airnya yang sejuk.
Ayat-ayat itu laksana telaga yang memutihkan wajah orang-orang yang durhaka, sedang mereka datang ke telaga itu sungguh seperti arang.
Dan laksana shirath dan mizan dalam keadilan, maka keadilan selainnya pada manusia tidaklah tegak.
Janganlah engkau heran kepada si dengki yang senantiasa mengingkarinya dengan pura-pura tidak mengetahui kebenarannya, padahal ia sorang cerdik pandai yang luas pemahamannya.
Sungguh mata itu mengingkari sinar matahari karena sakit, dan mulut karena sakit pun mengingkari segarnya air.
Duhai sebaik-baik insan yang teras kediamannya senantiasa dituju orang-orang yang rindu akan kebajikan dengan berjalan kaki dan juga menunggangi unta nan perkasa.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Duhai insan yang menjadi tanda terbesar bagi orang yang ingin mengambil pelajaran. Duhai insan yang menjadi anugerah teragung bagi orang yang mendapatkan karunia.
Engkau berjalan[14] pada suatu malam dari satu tempat suci ke tempat suci yang lain, laksana berjalannya purnama di malam gelap-gulita.
Engkau terus naik[15] hingga sampai pada tingkatan tertinggi, sedekat jarak antara dua busur yang tidak akan dicapai seorang pun dan tidak pula diharapkan.
Semua nabi dan rasul mengutamakanmu karena derajat itu, sebagaimana diutamakannya tuan atas pelayan.
Engkau lewati tujuh lapis langit melewati mereka dalam rombongan nan agung, sedang engkau pemegang benderanya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Sampai ketika engkau sudah tak lagi meninggalkan batas ketinggian dalam kedekatan[16]  bagi orang yang mencarinya dan tidak pula pijakan bagi orang yang ingin menggapainya.
Maka engkau telah meng-khafadh-kan[17] semua kedudukan dengan idhafah[18], Karen engkau dipanggil dengan rafa[19] seperti alam mufrad[20].
Agar engkau mendapatkan hubungan kedekatan yang teramat tertutup dari segala pandangan dan sirr[21] yang teramat tersembunyi.
Dan engkau pun telah mendapatkan semua kebanggaan yang tiada menyamai, serta melewati semua kedudukan nan tiada menandingi.
Teramat agung derajat yang engkau terima dari segala kedudukan yang mulia, dan tiada mungkin orang lain mencapai karunia-karunia yang engkau dapatkan.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Khabar gembira bagi kita, semua umat Islam, sungguh kita memiliki tiang yang tak akan pernah runtuh sebagai pertolongan dari Allah SWT.
Ketika Allah menamai penyeru kita dengan sebutan rasul paling mulia karena ketaatan kepada-Nya, kita adalah umat yang paling mulia.
Berita pengangkatannya sebagai nabi membuat takut hati para musuh, seperti raungan singa yang membuat takut kumpulan kambing yang lengah.
Rasulullah SAW senantiasa menghadapi mereka dalam setiap peperangan, sampai mereka menyerupai daging yang berada di atas tumpuan karena tusukan.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Mereka berharap melarikan diri dari Rasulullah SAW, bahkan karenanya sangat berharap tubuh mereka terbang bersama elang dan burung bangkai.
Malam-malam berlalu sedang mereka tak lagi mengetahui bilangannya, selama bukan malam-malam pada bulan suci.
Seakan-akan agama adalah tamu yang singgah di halaman umat Islam, bersama semua pembesar yang amat berselera terhadap daging para musuh.
Mengerahkan lautan pasukan di atas unta-unta yang perkasa, yang mengirimkan gelombang bala tentara, yang berkecamuk.
Dari setiap hamba nan taat dan merindukan balasan dari Allah, yang memerangi kekufuran dengan senjata nan terhunus.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Sampai agama Islam, dengan perjuangan para sahabat, setelah keasingannya, menjadi penghubung persaudaraan.
Terjaga senantiasa dari orang-orang kafir oleh seorang ayah dan suami[22], sehingga tak akan pernah menjadi yatim dan tidak pula menjadi janda.
Para sahabat ibarat gunung, tanyailah mereka tentang peperangan yang mereka ikuti, apa yang orang saksikan dari para sahabat dalam setiap peperangan.
Dan tanyailah Hunain, tanyailah Badar, dan tanyailah Uhud tentang berbagai serangan dan gempuran dari mereka, yang lebih dahsyat dari bencana yang besar.
Ingatlah para penghunus pedang nan merah oleh lumuran darah setelah menebas hitamnya rambut nan terurai menutupi leher para musuh.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Dan para penulis dengan pena, tidaklah pena-pena mereka menyisakan satu sisi tubuh musuh tanpa torehan.
Ksatria yang mahir dalam senjata memiliki ciri yang membedakannya dan mawar pun berbeda dari bunga salam dengan cirinya.
Angin kemenangan membawakan berita keksatriaan para sahabat sehingga engkau menduga setiap ksatria itu ibarat bunga dalam kelopaknya.
Di atas punggung kuda, mereka ibarat pohon ruba, karena kukuhnya keyakinan mereka dan bukan karena kokohnya pelana.
Hati para musuh beterbangan, takut karena kegagahan para sahabat, sehingga tak dapat lagi membedakan anak kambing dan ksatria nan perkasa.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Dan siapa pun yang kemenangannya dengan sebab Rasulullah SAW, bilapun singa menjumpainya di hutan, niscaya singa itu pun diam tak bergerak.
Engkau tidak akan melihat seorang wali yang tak mendapatkan pertolongan dengan sebab Rasulullah SAW, dan tidak pula musuh yang tidak terkalahkan.
Ia tempatkan umatnya dalam naungan agamanya, seperti singa bersama anak-anaknya tinggal dalam hutan.
Berapa banyak kalimat Allah menang atas perdebatan para ahli debat yang meragukan kenabiannya, dan berapa banyak argumen telak mengalahkan yang menantangnya.
Cukuplah bagimu mukjizat ilmu pada seorang yang ummi pada masa Jahiliyah dan mukjizat pendidikan di masa yatimnya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Daku melayaninya dengan pujian untuk menghapus dosa-dosa umurku yang telah lalu dalam syair dan pelayanan kepada penguasa.
Karena keduanya mengalungiku dosa-dosa yang ditakutkan siksanya, seakan-akan dengan keduanya aku adalah ternak yang dijadikan kurban.
Kuturuti masa muda dengan dua keadaan itu, namun tidaklah aku alami selain dosa-dosa dan penyesalan.
Alangkah ruginya diri ini dalam perdagangannya, tidak membeli agama dengan dunia dan tidak pula menawarnya.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Barangsiapa menjual barangnya yang akan dating dengan tukaran kontan[23], amat jelaslah kerugiannya dalam jual-beli.
Bila pun daku berbuat dosa, tidaklah janji setiaku dengan Nabi SAW batal dan tidak pula tali hubungannku terputus.
Karena aku memiliki jaminan darinya dengan penamaanku Muhammad dan ia adalah orang yang paling menjaga jaminannya.
Bila di akhirat nanti ia tak menolongku karena kemurahannya, katakanlah padaku, “Wahai orang yang tergelincir kakikanya!”
Mustahil baginya menolak seseorang yang mengharapkan kemurahannya atau pulang orang yang meminta perlindungannya dengan tidak terhormat.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Dan sejak kucurahkan pikiranku pada pujian-pujian kepadanya, kudapatkan dirinya sebagai sebaik-baik pemelihara bagi keselamatanku.
Kekayaannya tak akan pernah meluputkan tangan nan papa, sungguh hujan itu menghidupkan bunga-bunga di tempat-tempat yang tinggi.
Tidaklah kuharapkan bunga dunia[24], yang dipetik oleh kedua tangan Zuhair bin Abi Salmah dengan pujiannya terhadap Harim bin Sinan bin Harits Al-Muzaniy.
Wahai makhluk yang paling mulia, tiada seorang pun yang dapat aku bersandar padanya selain dirimu di saat turunnya bencana yang menimpa seluruh makhluk.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Wahai Rasulallah, tidak akan berkurang derajatmu karena diriku, pada saat Tuhan, Yang Maha Pemurah, bertajalli[25] dengan nama Yang Maha Pendendam.
Karena sesungguhnya di antara kemurahanmu adalah dunia dan madunya[26], dan di antara ilmumu adalah ilmu tentang Lauhul Mahfuzh dan qalamnya.
Duhai jiwaku, janganlah engkau putus asa karena dosa besar, sungguh dosa-dosa besar itu dalam ampunan Allah, sama halnya seperti dosa-dosa kecil.
Semoga rahmat Tuhanku saat dibagikan akan dating berdasarkan hitungan dosa dalam pembagiannya.
Wahai Tuhanku, jadikanlah harapku tiada tertolak, dan jadikanlah hisabku tiada tertinggal dari rahmat dan ampunan-Mu.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Belas kasihilah hamba-Mu ini di dunia dan akhirat. Karena sungguh di saat datangnya petaka, pupuslah kesabarannya.
Perkenankanlah turunnya gumpalan awan-awan shalawat nan abadi dari sisi-Mu atas Nabi dengan hujan nan deras lagi tiada henti.
Selama angin Shaba berembus menggoyangkan pohon-pohon Bani, dan selama para penggembala menghibur untanya dengan kidung nan merdu.
Kemudian keridhaan Allah SWT semoga terlimpah kepada Abu Bakar, Umar, Ali, dan Utsman, yang pemurah.
Dan juga keluarga, sahabat, kemudian para tabi‘in, karena merekalah ahli taqwa, bersih, penyantun, lagi pemurah.

Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

Wahai Tuhanku, dengan wasilah Mushthafa Rasulullah SAW, sampaikanlah sagala maksud tujuan kami, dan ampunilah kami atas dosa-dosa yang telah lalu, duhai Tuhan, Yang mahaluas kemurahan-Nya.
Ampuni pula, wahai Tuhanku, semua umat Islam dengan apa yang mereka baca di Masjidil Aqsha dan Masjidil Haram.
Dengan keagungan Tuhan, Yang rumah-Nya menjadi tempat suci dan nama-Nya menjadi sumpah terbesar.
Inilah syair-syair Burdah bagi Nabi pilihan, sungguh telah berakhir. Maka segala puji bagi Allah, di awal dan di akhir.
Bait-baitnya sebanyak seratus enam puluh, lapangkanlah kedukaan kami dengannya, wahai Tuhan, Yang mahaluas kemurahan-Nya.

[1] Sebutan untuk cinta yang teramat tulus
[2] non-Arab
[3] Eufrat
[4] Nabi Yunus AS
[5] Rasulullah SAW
[6] Abu Bakar RA
[7] Tahun paceklik
[8] Karena teramat suburnya tanaman
[9] Al-Quran
[10] Dari segi lafazhnya
[11] Dari segi maknanya
[12] Kaum Nabi Hud AS
[13] Kaum Nabi Shalih AS
[14] Isra
[15] Mi’raj
[16] Dengan Allah SWT
[17] Menyebabkan harkat di bawah (kedudukan Nabi di atas semua makhluk)
[18] Kelompok kata
[19] Harkat di depan (kedudukan Nabi selalu berada paling depan dari semua makhluk)
[20] Nama diri yang digunakan untuk menunjukkan jenis yang tunggal
[21] Rahasia. Relung kesadaran yang paling mendalam, lembut, dan rahasia, yang dititipkan Allah Ta’ala dalam qalbu seorang sufi. Tempat komunikasi rahasia antara Allah Ta’ala dan hamba-Nya
[22] Nabi SAW
[23] Menjual agama dengan dunia
[24] Kenikmatan dunia
[25] Menampakkan keagungan-Nya
[26] Akhirat

SYAIR BURDAH ALBUSHIRI




SYAIR BURDAH ALBUSHIRI


بردة المديح

من تأليف رائد المدائح النبوية

شرف الدين محمد بن سعيد بن حماد الصنهاجي البوصيرى رحمه الله


فى ذكر عشق رسول الله صلى الله عليه وسلم
Fî dzikri 'isyqi Rosûlillâh sollallâhu 'alaihi wasallam

Cinta Sang Kekasih

أمنْ تذكر جيرانٍ بذى ســــلمٍ مزجْتَ دمعا جَرَى من مقلةٍ بـــدمِ
Amin tadzak kurijî rânim bidzî salami mazatta dam'an jarô mim muqlatim bidami
Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam. 
Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.

أَمْ هبَّتِ الريحُ مِنْ تلقاءِ كاظمـــةٍ وأَومض البرق في الظَّلْماءِ من إِضـمِ
Am habbatir rîhu min tilqôi kâzhimatin wa aumadhol barqu fizh zholmâi min idhomi
Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah. 
Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.

فما لعينيك إن قلت اكْفُفا هَمَتــا وما لقلبك إن قلت استفق يهــــمِ
Famâ li'ainaika in qultakfufâhamatâ wamâ liqolbika in qultastafiq yahimi
Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah. 
Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.

أيحسب الصبُ أنّ الحب منكتـــمٌ ما بين منسجم منه ومضْطَّــــــرمِ
Ayah sabush sobbu an nalhubba munkatimun mâbaina munsajimim minhu wamuttorimi
Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya. 
Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.

لولا الهوى لم ترق دمعاً على طـللٍ ولا أرقْتَ لذكر البانِ والعَلــــمِ
Laulal hawâ lamturiq dam'an 'alâ tolali walâ ariqta lidzik rilbâ niwal'alami
Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya. 
Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.

فكيف تنكر حباً بعد ما شــهدتْ به عليك عدول الدمع والســــقمِ
Fakai fatunkiru hubban ba'damâ syahidat bihî 'alaika 'udûlud dam'ai wassaqomi
Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita. 
Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.

وأثبت الوجدُ خطَّيْ عبرةٍ وضــنىً مثل البهار على خديك والعنــــمِ
Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah. 
Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.

نعمْ سرى طيفُ منْ أهوى فأرقـني والحب يعترض اللذات بالألــــمِ
Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga. 
Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.

يا لائمي في الهوى العذري معذرة مني إليك ولو أنصفت لم تلــــمِ
Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku. 
Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.

عَدتْكَ حالِيَ لا سِرِّي بمســـــتترٍ عن الوشاة ولا دائي بمنحســــمِ
Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku. 
Padahal tidak juga kunjung sembuh penyakitku.

محضْتني النصح لكن لست أســمعهُ إن المحب عن العذال في صــممِ
Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya. 
Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya.

إنى اتهمت نصيحَ الشيب في عذَلٍ والشيبُ أبعدُ في نصح عن التهــمِ
Aku kira ubanku pun turut mencelaku. 
Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.


في التحذير من الهوى
Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu

فإنَّ أمَارتي بالسوءِ ما أتعظـــتْ من جهلها بنذير الشيب والهـــرمِ
Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan. 
Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.

ولا أعدّتْ من الفعل الجميل قـرى ضيفٍ ألمّ برأسي غيرَ محتشـــم
Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu. 
Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu.

لو كنتُ أعلم أني ما أوقـــرُه كتمتُ سراً بدا لي منه بالكتــمِ
Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu. 
Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.

منْ لي بردِّ جماحٍ من غوايتهـــا كما يُردُّ جماحُ الخيلِ باللُّجُــــمِ
Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan. 
Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.

فلا ترمْ بالمعاصي كسرَ شهوتهـــا إنَّ الطعام يقوي شهوةَ النَّهـــمِ
Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat. 
Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap.

والنفسُ كالطفل إن تُهْملهُ شبَّ على حب الرضاعِ وإن تفطمهُ ينفطــمِ
Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu. 
Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu.

فاصرفْ هواها وحاذر أن تُوَليَــهُ إن الهوى ما تولَّى يُصْمِ أو يَصِـمِ
Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa. 
Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela

وراعها وهي في الأعمالِ ســائمةٌ وإنْ هي استحلتِ المرعى فلا تُسِمِ
Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi. 
Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai.

كمْ حسنتْ لذةً للمرءِ قاتلــةً مـن حيث لم يدرِ أنَّ السم فى الدسـمِ
Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan. 
Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan.

أستغفرُ الله من قولٍ بلا عمــــلٍ لقد نسبتُ به نسلاً لذي عُقـــــُمِ
Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat. 
Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul.

أمْرتُك الخيرَ لكنْ ما ائتمرْتُ بـه وما اسـتقمتُ فما قولى لك استقـمِ
Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan. 
Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus.

ولا تزودتُ قبل الموت نافلـــةً ولم أصلِّ سوى فرضٍ ولم اصــــمِ
Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah. 
Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja.


في مدح النبي صلى الله عليه وسلم
Pujian Kepada Nabi SAW

ظلمتُ سنَّةَ منْ أحيا الظلام إلـــى إنِ اشتكتْ قدماه الضرَ من ورمِ
Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam. 
Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram.

وشدَّ من سغبٍ أحشاءه وطـــوى تحت الحجارة كشْحاً مترف الأدمِ
Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu. 
Dan dengan batu mengganjal Perutnya yang halus itu.

وراودتْه الجبالُ الشمُ من ذهــبٍ عن نفسه فأراها أيما شــــممِ
Kendati gunung emas menjulang menawarkan dirinya. 
la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga.

وأكدتْ زهده فيها ضرورتُـــه إنَّ الضرورة لا تعدو على العِصَمِ
Butuh harta namun menolak, maka tambah kezuhudannya. 
Kendati butuh pada harta tidaklah merusak kesuciannya.

وكيف تدعو إلى الدنيا ضرورةُ منْ لولاه لم تُخْرجِ الدنيا من العـدمِ
Bagaimana mungkin Nabi butuh pada dunia. 
Padahal tanpa dirinya dunia takkan pernah ada.

محمد سيد الكونين والثقليــــن والفريقين من عُرْب ومنْ عجــمِ
Muhammadlah pemimpin dunia akherat. 
Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.

نبينا الآمرُ الناهي فلا أحــــدٌ أبرَّ في قولِ لا منه ولا نعــــمِ
Nabilah pengatur kebaikan pencegah mungkar. 
Tak satu pun setegas ia dalam berkata ya atau tidak.

هو الحبيب الذي ترجى شفاعـته لكل هولٍ من الأهوال مقتحـــمِ
Dialah kekasih Allah yang syafa’atnya diharap. 
Dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang menyergap.

دعا إلى الله فالمستمسكون بــه مستمسكون بحبلٍ غير منفصـــمِ
Dia mengajak kepada agama Allah yang lurus. 
Mengikutinya berarti berpegang pada tali yang tak terputus.

فاق النبيين في خَلقٍ وفي خُلـُقٍ ولم يدانوه في علمٍ ولا كـــرمِ
Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa. 
Tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemuliaannya.

وكلهم من رسول الله ملتمـــسٌ غرفاً من البحر أو رشفاً من الديمِ
Para Nabi semua meminta dari dirinya. 
Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.

وواقفون لديه عند حدهــــم من نقطة العلم أو من شكلة الحكمِ
Para Rasul sama berdiri di puncak mereka. 
Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.

فهو الذي تم معناه وصورتــه ثم اصطفاه حبيباً بارئُ النســـمِ
Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya. 
Terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia.

منزهٌ عن شريكٍ في محاســـنه فجوهر الحسن فيه غير منقســـمِ
Dalam kebaikanya, tak seorang pun menyaingi. 
Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi.

دعْ ما ادعتْهُ النصارى في نبيهم واحكم بما شئت مدحاً فيه واحتكم
Jauhkan baginya yang dikatakan Nasrani pada Nabinya. 
Tetapkan bagi Muhammad pujian apapun kau suka.

وانسب إلى ذاته ما شئت من شرف وانسب إلى قدره ما شئت من عظمِ
Nisbatkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu. 
Dan pada martabatnya segala keagungan yang kau mau.

فإن فضل رسول الله ليس لــــه حدٌّ فيعرب عنه ناطقٌ بفــــــمِ
Karena keutamaannya sungguh tak terbatas. 
Hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata.

لو ناسبت قدرَه آياتُه عظمــــاً أحيا اسمُه حين يدعى دارسَ الرممِ
Jika mukjizatnya menyamai keagungan dirinya. 
Niscaya hiduplah tulang belulang dengan disebut namanya.

لم يمتحنا بما تعيا العقولُ بـــه حرصاً علينا فلم نرْتبْ ولم نهـــمِ
Tak pernah ia uji kita dengan yang tak diterima akal. 
Dari sangat cintanya, hingga tiada kita ragu dan bimbang.

أعيا الورى فهمُ معناه فليس يُرى في القرب والبعد فيه غير مُنْفحـمِ
Seluruh mahluk sulit memahami hakikat Nabi. 
Dari dekat atau jauh, tak satu pun yang mengerti.

كالشمس تظهر للعينين من بعُـدٍ صغيرةً وتُكلُّ الطرفَ من أمَـــمِ
Bagaikan matahari yang tampak kecil dari kejauhan. 
Padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan.

وكيف يُدْرِكُ في الدنيا حقيقتـَه قومٌ نيامٌ تسلوا عنه بالحُلُــــــمِ
Bagaimana seseorang dapat ketahui hakikat Sang Nabi 
Padahal ia sudah puas bertemu dengannya dalam mimpi

فمبلغ العلمِ فيه أنه بشــــــرٌ وأنه خيرُ خلقِ الله كلهــــــمِ
Puncak Pengetahuan tentangnya ialah bahwa ia manusia 
Dan ia adalah sebaik baik seluruh ciptaan Allah

وكلُ آيٍ أتى الرسل الكرام بها فإنما اتصلتْ من نوره بهــــمِ
Segala mukjizat para Rasul mulia sebelumnya 
Hanyalah pancaran dari cahayanya kepada mereka

فإنه شمسُ فضلٍ هم كواكبُهــا يُظْهِرنَ أنوارَها للناس في الظُلـمِ
Dia matahari keutamaan dan para Nabi bintangnya 
Bintang hanya pantulkan sinar mentari menerangi gulita

أكرمْ بخَلْق نبيّ زانه خُلـُـــقٌ بالحسن مشتملٍ بالبشر متَّســـــمِ
Alangkah mulia paras Nabi yang dihiasi pekerti 
Yang memiliki keindahan dan bercirikan wajah berseri

كالزهر في ترفٍ والبدر في شرفٍ والبحر في كرمٍ والدهر في هِمَمِ
Kemegahannya bak bunga, kemuliaannya bak purnama 
Kedermawanannya bak lautan, kegairahannya bak sang waktu

كانه وهو فردٌ من جلالتــــه في عسكرٍ حين تلقاه وفي حشـمِ
la bagaikan dan memang tiada taranya dalam keagungan 
Ketika berada di sekitar pembantunya dan di tengah pasukan

كأنما اللؤلؤ المكنون فى صدفٍ من معْدِنَي منطقٍ منه ومُبْتَســم
Bagai mutiara yang tersimpan dalam kerangnya 
Dari kedua sumber, yaitu ucapan dan senyumannya

لا طيبَ يعدلُ تُرباً ضم أعظُمَـــهُ طوبى لمنتشقٍ منه وملتثـــــم
Tiada keharuman melebihi tanah yang mengubur jasadnya 
Beruntung orang yang menghirup dan mencium tanahnya


في مولده صلى الله عليه وسلم
Kelahiran Sang Nabi Muhammad SAW

أبان مولدُه عن طيب عنصــره يا طيبَ مبتدأٍ منه ومختتــــمِ
Kelahiran Sang Nabi menunjukkan kesucian dirinya 
Alangkah eloknya permulaan dan penghabisannya

يومٌ تفرَّس فيه الفرس أنهــــمُ قد أُنْذِروا بحلول البؤْس والنقـمِ
Lahir saat bangsa Persia berfirasat dan merasa 
Peringatan akan datangnya bencana dan angkara murka

وبات إيوان كسرى وهو منصدعٌ كشملِ أصحاب كسرى غير ملتئـمِ
Dimalam gulita singgasana kaisar Persia hancur terbelah 
Sebagaimana kesatuan para sahabat kaisar yang terpecah

والنار خامدةُ الأنفاسِ من أسـفٍ عليه والنهرُ ساهي العينِ من سدمِ
Karena kesedihan yang sangat, api sesembahan padam 
Sungai Eufrat pun tak mengalir dari duka yang dalam

وساءَ ساوة أنْ غاضت بحيرتُهــا ورُدَّ واردُها بالغيظ حين ظمــي
Penduduk negeri sawah bersedih saat kering danaunya 
Pengambil air kembali dengan kecewa ketika dahaga

كأنّ بالنار ما بالماء من بــــلل حزْناً وبالماء ما بالنار من ضَــرمِ
Seakan sejuknya air terdapat dalam jilatan api 
Seakan panasnya api terdapat dalam air, karena sedih tak terperi

والجنُ تهتفُ والأنوار ساطعــةٌ والحق يظهرُ من معنىً ومن كَلِـمِ
Para jin berteriak sedang cahaya terang memancar 
Kebenaran pun tampak dari makna kitab suci maupun terujar

عَمُوا وصمُّوا فإعلانُ البشائر لــمْ تُسمعْ وبارقةُ الإنذار لم تُشــــَمِ
Mereka buta dan tuli hingga kabar gembira tak didengarkan 
Datangnya peringatan pun tak mereka hiraukan

من بعد ما أخبر الأقوامَ كاهِنُهُمْ بأن دينَهم المعوجَّ لم يقـــــمِ
Setelah para dukun memberi tahu mereka 
Agama mereka yang sesat takkan bertahan lama

وبعد ما عاينوا في الأفق من شُهُب منقضّةٍ وفق ما في الأرض من صنمِ
Setelah mereka saksikan kilatan api yang jatuh dilangit 
Seiring dengan runtuhnya semua berhala dimuka bumi

حتى غدا عن طريق الوحي منهزمٌ من الشياطين يقفو إثر مُنـــهزمِ
Hingga lenyap dan pintu langitNya 
Satu demi satu syetan lari tunggang langgang tak berdaya

كأنهم هرباً أبطالُ أبرهــــــةٍ أو عسكرٌ بالحَصَى من راحتيه رُمِيِ
Mereka berlarian laksana lasykar Raja Abrahah 
Atau bak pasukan yang dihujani kerikil oleh tangan Rasul

نبذاً به بعد تسبيحٍ ببطنهمـــــا نبذَ المسبِّح من أحشاءِ ملتقــــمِ
Batu yang Nabi lempar sesudah bertasbih digenggamannya 
Bagaikan terlemparnya Nabi Yunus dan perut ikan paus.


في معجزاته صلى الله عليه وسلم
Mukzijat Nabi Muhammad SAW

جاءتْ لدعوته الأشجارُ ســـاجدةً تمشى إليه على ساقٍ بلا قــــدمِ
Pohon-pohon mendatangi seruannya dengan ketundukkan 
Berjalan dengan batangnya dengan lurus dan sopan

كأنَّما سَطَرتْ سطراً لما كتـــبتْ فروعُها من بديعِ الخطِّ في اللّقَـمِ
Seakan batangnya torehkan sebuah tulisan 
Tulisan yang indah di tengah-tengah jalan

مثلَ الغمامة أنَّى سار سائــــرةً تقيه حرَّ وطيسٍ للهجير حَــــمِي
Seperti juga awan gemawan yang mengikuti Nabi 
Berjalan melindunginya dari sengatan panas siang hari

أقسمْتُ بالقمر المنشق إنّ لـــه من قلبه نسبةً مبرورة القســــمِ
Aku bersumpah demi Allah pencipta rembulan 
Sungguh hati Nabi bagai bulan dalam keterbelahan

وما حوى الغار من خير ومن كرمٍ وكلُ طرفٍ من الكفار عنه عـمي
Gua Tsur penuh kebaikan dan kemuliaan. Sebab Nabi 
dan Abu Bakar di dalamnya, kaum kafir tak lihat mereka

فالصِّدْقُ في الغار والصِّدِّيقُ لم يَرِما وهم يقولون ما بالغـار مــن أرمِ
Nabi dan Abu Bakar Shiddiq aman didalamnya tak cedera 
Kaum kafir mengatakan tak seorang pun didalam gua

ظنوا الحمام وظنوا العنكبوت على خير البرية لم تنسُج ولم تحُــــمِ
Mereka mengira merpati takkan berputar diatasnya 
Dan laba laba takkan buat sarang jika Nabi didalamnya

وقايةُ الله أغنتْ عن مضاعفـــةٍ من الدروع وعن عالٍ من الأطـُمِ
Perlindungan Allah tak memerlukan berlapis baju besi 
Juga tidak memerlukan benteng yang kokoh dan tinggi

ما سامنى الدهرُ ضيماً واستجرتُ به إلا ونلتُ جواراً منه لم يُضَــــمِ
Tiada satu pun menyakiti diriku, lalu kumohon bantuan Nabi 
Niscaya kudapat pertolongannya tanpa sedikit pun disakiti

ولا التمستُ غنى الدارين من يده إلا استلمت الندى من خير مستلمِ
Tidaklah kucari kekayaan dunia akhirat dari kemurahannya 
Melainkan kuperoleh sebaikbaik pemberiannya

لا تُنكرِ الوحيَ من رؤياهُ إنّ لــه قلباً إذا نامتِ العينان لم يَنَـــم
Janganlah kau pungkiri wahyu yang diraihnya lewat mimpi 
Karena hatinya tetap terjaga meski dua matanya tidur terlena

وذاك حين بلوغٍ من نبوتــــه فليس يُنكرُ فيه حالُ مُحتلــــمِ
Demikian itu tatkala sampai masa kenabiannya 
Karenanya tidaklah diingkari masa mengalami mimpinya

تبارك الله ما وحيٌ بمكتسـَــبٍ ولا نبيٌّ على غيبٍ بمتهـــــمِ
Maha suci Allah, wahyu tidaklah bisa dicari 
Dan tidaklah seorang Nabi dalam berita gaibnya dicurigai

كم أبرأت وصِباً باللمس راحتُـه وأطلقتْ أرباً من ربقة اللمـــمِ
Kerap sentuhannya sembuhkan penyakit 
Dan lepaskan orang yang berhajat dari temali kegilaan

وأحيتِ السنةَ الشهباء دعوتـُــه حتى حكتْ غرّةً في الأعصر الدُهُمِ
Doanya menyuburkan tahun kekeringan dan kelaparan 
Bagai titik putih di masa-masa hitam kelam

بعارضٍ جاد أو خِلْتُ البطاحَ بهـا سَيْبٌ من اليمِّ أو سيلٌ من العَـرِمِ
Dengan awan yang curahkan hujan berlimpah 
Atau kau kira itu air yang mengalir dari laut atau lembah